MA Sunan Rahmat. Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 22 Desember 2010

Selayang Pandang MA Sunan Rahmat

Nama K.H.Drs.R. Totoh Abdul Fatah Ghozali, SH. Yang lebih akrab di panggil Pa Totoh atau Pa Ghozali, terkenal sebagai sosok cendikiawan muslim yang semasa hidupnya dihabiskan untuk berdakwah. Bukan hanya di tataran sunda, bahkan, nama salah seorang “Seuweu Putu” atau keturunan dari Sunan Rahmat yang tak lain adalah nama seorang putra raja Siliwangi yaitu Prabu Kiansantang ini, juga dikenal di Belahan Asia, Eropa dan Amerika sebagai wilayah yang menjadi bagian binaan dakwahnya.
Tokoh yang lahir dari keluarga yang bersahaja di Pesantren Cikelepu Kulon Desa Limbangan Timur Kecamatan Balubur Limbangan ini juga dikenal sebagai pendiri Pesantren An-Naajah yang diawal permulaan berdirinya menampung 200 orang santri. Dari pemikiran yang cerdas dalam membaca situasi dan kondisi akan kebutuhan zaman, dilontarkannya sebuah ungkapan “Santri Kudu Sakola Jeung Nyakola” Artinya, siapapun termasuk santri disebuah pesantren layak untuk mendapatkan pendidikan, baik pendidikan agama maupun pengetahuan umum. Kebutuhan dimasa yang akan datang mendorong sosok santri tidak hanya duduk untuk mengaji dan belajar agama saja, melainkan pengetahuan dan wawasan yang luaspun wajib diperoleh. Untuk itu, berangkat dari keinginan yang kuat untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang bersifat kental agamis, maka didirikanlah sekolah setingkat Aliyah yang kemudian diberi nama Madrasah Aliyah Sunan Rahmat, tepatnya pada tahun 1998 . diatas lahan 1.428 meter persegi inilah, bangunan MA  Sunan Rahmat berdiri kokoh di Jalan Alun-Alun timur No. 1 Limbangan Garut.
Berada dibawah naungan Yayasan Baiturrahim, MA Sunan Rahmat lahir sebagai manifestasi hati dan cita – cita luhur beliau agar para generasi muda selanjutnya dapat terus melanjutkan dan memegang teguh  risalah dan amanah ini.
Hingga saat ini, tercatat lima kali pergantian kepemimpinan MA Sunan Rahmat, diantaranya masa
KH. Drs. R. Totoh Abdul Fatah Ghazali, SH (1998 – 2002),
KH. R. Agus Muhammad Soleh (2002 – 2002),
Drs. R. Dandi Anwar Ghozali (2002 – 2003)
Suganda, BA (2003 – 2004), dan
R. Sidik Rosid, S. Ag M.M.Pd, (2004 – sekarang).
Ditemui di Kantornya, Kepala MA Sunan Rahmat, R. Sidik Rosid, S. Ag M.M.Pd mengatakan, keberadaan MA Sunan Rahmat dalam kiprahnya di dunia pendidikan formal telah mengeluarkkan alumni sebanyak 10 angkatan dengan jumlah siswa rata – rata 40 orang per  angkatannya.
Dari sisi prestasi, bakat, keterampilan dan keahlian para siswanya, telah menjadikan MA Sunan Rahmat sebagai salah satu MA yang disegani dan diakui hingga tingkat nasional terutama dibidang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ). Hal tersebut terbukti dengan pernah diraihnya juara kesatu lomba MTQ tingkat Nasional. Sebagai sebuah lembaga yang boleh dikatakan baru berdiri karena usianya baru 10 tahun ini, merupakan lahan yang prospek dan bertalenta untuk bersaing dengan madrasah lain terutama dengan memiliki konsep utama dan mengembangkan misi dakwah yakni pendalaman keagamaan yang tertuang dalam visi sekolah yaitu gigih dalam berprestasi, gagah dalam penampilan, dan mulya dalam berahlak.

Edit From : GARUT PEDULI PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
Dari Majalah KANDAGA Terdepan dalam Prestasi Edisi 12 Mei 2010

Tidak ada komentar:

Para Pembimbing MA Sunan Rahmat

Berita

Senin, 18/04/2011 [13:37:30]
UN di MA Sunan Rahmat Garut Kondusif
[Garut]
Keterangan Gambar : Pelaksanaan Ujian Nasional di MA Sunan Rahmat Garut. (Ist)
Garut,Radar Online
Pelaksanaan ujian Nasional yang hari ini Senin (18/4/2011) serentak dilakukan untuk tingkatan SMA di kabupaten Garut Jawa Barat terpantau lancar. Beberapa sekolah yang dikunjungi Radar Online seperti di Sekolah Madrasah Aliyah Sunan Rahmat di kecamatan Limbangan Garut tidak menemui kendala berarti alias berjalan sesuai yang diharapkan.

Menurut kepala Sekolah Madrasah Aliyah Sunan Rahmat R.Sidik Rosid S,Ag MM,diruang kerjanya mengatakan, siswa yang mengikuti UN di sekolah ini berjumlah 30 orang. Pelaksanaan ujian itu berjalan lancar dan kondusif sesui yang diharapkan.

“Siswa yang mengikuti ujian di sekolah ini tampaknya tidak menemui kendala berarti.Hal itu berkat bimbingan guru-guru selama persiapan menjelang ujian,” ujar Sidik, seraya menambahkan mudah-mudahan siswa-siswi disini diharapkan lulus semua serta dapat meraih angka yang diharapkan.

Sejumlah murid kepada Radar Online mengaku mampu menyelesaikan soa-soal yang di ujikan serta dapat menyelesaikannya tanpa ada kendala.

”Alhamdulilah ujian pertama ini dapat terlewati dengan lancar.Susah si, tapi bisa terselesaikan,” ujarnya.

Hal yang sama pelaksanaan ujian nasional di SMA Negeri 13 terpantau lancar.Seluruh siswa-siswi dapat melampauinya. Soal yang diujikan pada pelaksanaan ujian hari pertama adalah mata pelajaran IPA dan IPS. (Asep Gunawan)